Diujung Langit

Diujung Langit

Kamis, 13 April 2017

While in Padang - Edisi Ke Pulau


One day Trip - Pulau Swaarnadwipa- Pulau Pagang- Pulau Pasumpahan
1 April 2017

Sudah 5 Bulan di Sumatera Barat, baru hari ini menyempatkan diri menuju pulau-pulau indah yang masih terletak di kota Padang ini, dari jauh-jauh hari kami sudah pesan one day trip ke agen perjalanan setempat, rata-rata agen perjalanan menawarkan harga yang sama dan fasilitas yang sama, yaitu trip satu hari ke tiga pulau dengan harga Rp 250.000/orang, sudah termasuk makan siang dan perlengkapan snorkeling, saat itu yang kami pilih yang paling cepat responnya. 

Sekitar pukul 9 AM kami berkumpul di meeting point di daerah bungus dan pukul 10 AM kami berangkat menyebrang menuju pulau yang sudah kami pilih.


Trip yang kami ikuti merupakan open trip, ini artinya kami akan berbagi perahu bersama peserta trip yang lain yang belum pernah kami temui sebelumnya, saat itu hanya kami yang memilih 3 Pulau, Pulau yang kami pilih yaitu: Pulau Swarnadwipa, Pulau Pagang, dan Pulau Pasumpahan.

Destinasi pertama kami adalah Pulau Swarnadwipa, karena hanya kami yang memilih Pulau ini, maka kami diantar terlebih dahulu ke Pulau ini, sementara peserta open trip yang lain langsung menuju Pulau Pagang.

Sesampainya kami di Pulau Swarnadwipa, beruntungnya kami, Pulau tersebut masih belum ramai oleh pengunjung, sehingga kami bisa leluasa mengambil beberapa gambar di spot-spot indah disana, disana kami melihat ada satu cottege terbuat dari bambu-bambu cantik, mungkin diperuntukan bagi pengunjung yang ingin menginap.

Tiba di Pulau tersebut kami disambut angin sejuk khas Pantai, pasir putih, dan air laut yang jernih sehingga karang disekitar pantai tersebut masih jelas terlihat.


Pulau ini dipercantik dengan beberapa ornamen seperti ayunan dan landmark berupa tulisan Swarnadwipa. oiya disini juga ada ayunan bawah lautnya lho, cuma saat itu kami tidak mencobanya, karna masih ada 2 pulau lagi yang tidak sabar untuk kami kunjungi.

Selanjutnya, kami menyusul teman-teman yang lain menuju Pulau Pagang, jarak antara Pulau Swarnadwipa dengan Pulau Pagang tidak terlalu jauh mungkin memakan waktu sekitar 10-15 menit.

Sesampainya kami di Pulau Pagang, kami makan siang terlebih dahulu lalu sholat zuhur di mushola yang sudah disiapkan di Pulau tersebut, Musholanya lumayan layak, hanya saja saya sarankan membawa mukena dan sajadah sendiri ya, karena karpet disana sedikit berpasir.

Setelah makan dan sholat, kami mulai mengelilingi Pulau Pagang tersebut, Pulau ini terlihat lebih besar dan lebih ramai dari Pulau yang kami kunjungi sebelumnya, pemandangannya juga tak kalah indah, air lautnya jernih sekali berwarna perpaduan biru dan hijau tosca, dipercantik oleh perahu-perahu disekitar dan bukit-bukit yang masih bisa dilihat dari kejauhan.

Belum lagi saat itu cuaca sangat cerah dan terik sehingga warna-warna yang dihasilkan sungguh cerah, membuat kami tidak tahan untuk segera berenang.








One day trip yang kami ikuti ini juga termasuk foto underwater, kamera dipersiapkan oleh tour guide, pengambilan foto juga sangat menyenangkan, tour guidenya sangat mengerti bagi kami-kami ini yang tidak bisa berenang dan pencinta snorkeling amatiran :D .. oiya sangat disarankan untuk berhati-hati ya karna ada beberapa karang yang tajam, telunjuk Saya ada yang terluka saat memegang karang didalam air. jadi kami diperintahkan untuk setidaknya menahan nafas 10 detik didalam air dengan mata terbuka, ternyata itu cukup sulit dilakukan karena air laut terus menerus membuat badan kami terangkat kepermukaan padahal saat itu kami tidak menggunakan pelampung, jadi kami diharuskan memegang karang dibawah kami erat-erat sambil tersenyum, berikut beberapa hasilnya :D



Nah kalau foto dibawah ini, dibuang sayang :D




Setelah puas berfoto, eitsss jangan puas dulu, karna kami masih memiliki satu destinasi lagi yaitu Pulau Pasumpahan, Pulau ini juga tak kalah cantik, tetapi beruntungnya kami sebelum kami menuju Pulau tersebut, kami mampir sebentar ke Pulau Muaroduo, dikarenakan ada salah satu peserta trip yang ingin suvey penginapan disana. di Pulau Muaroduo ini, suasana disini sangat private yang ada dipulau ini hanya satu penginapan dan tidak ada yang lain.

Pulau Muaro Duo
Selanjutnya kami menuju destinasi terakhir yaitu Pulau Pasumpahan, disini terdapat pemandangan laut yang luas dan jernih, beberapa terlihat orang sedang menikmati air kelapa muda, kabarnya ada beberapa trip yang menyediakan tenda untuk menginap disini, dan ada pula jalur tracking keatas bukit yang menawarkan pemandangan yang tak kalah indah dari atas pulau, ditempuh dengan berjalan kaki sekitar 1 jam, dikarenakan hari sudah hampir sore dan kami lelah, kami tidak mencoba jalur pendakian bukit tsb, kami cukup bersantai-santai dipinggir pantai.


Hari sudah menunjukkan pukul 5 sore, saatnya kami kembali ke Pantai bungus, alhamdulilah perjalanan kami hari itu berjalan lancar, cuaca cerah dan mendukung, yang sebelumnya saya agak sedikit takut menggunakan perahu, dikarenakan saat ke lombok gelombang laut begitu tinggi yang membuat perahu sedikit bergoyang, tetapi saat di Padang perjalanan laut yang saya jalani hari itu sangat tenang. Kabarnya Pulau-Pulau ini baru dibuka sekitar tahun 2015-2016, selain beberapa Pulau yang sebutkan tadi masih ada beberapa Pulau lain seperti Pulau Sirandah, Pulau Pamutusan, Pulau Sikuai, dll (saya tidak hafal). hanya saja, saya tidak menyangka Pulau yang tidak jauh dari pusat kota Padang ini sama sekali tidak terjamah polusi dan masih asri, dari Bandara ke Pantai bungus mungkin memakan waktu sekitar 45 menit.







Ayo Visit Sumatera Barat, sampai jumpa dipostingan selanjutnya :)

#Visitsumbar
#Sumbarrancak
#Pulauswarnadwipa
#Pulaupadang
#Pulaupamutusan
#Pulaupasumpahan 
#Padang
#SumateraBarat
#Erayuslaf



Selasa, 21 Maret 2017

While in Padang [Part 1 LDR]



Agustus 2016......


Hari pertama menjalani long distance relationship dengan suami diawali dengan memesan ojek online, hmmmm, ya ojek online, mulai hari ini gw harus membiasakan diri berangkat ke kantor sendiri, rasanya masih gak percaya kalau skrg gw ama suami terpisah diantara dua pulau. sejak SK promosinya yang keluar bulan lalu, awal agustus ini suami sudah mulai pindah ke Padang sumatera barat, antara seneng dan sedih, seneng karna suami dapat promosi ke jenjang yang lebih baik, sedih karena promosinya bukan dijakarta aja gitu... harus banget belok ke Padang. dear suami, dimana-mana tuh orang Padang merantau ke Jakarta, lhaaaa ini kok sebaliknya piyeeee toh.. yauwis gapapa namanya juga rejeki harus disyukuri...

Waktu suami dapet panggilan interview untuk development program,  Bank dimana tempat suami bekerja mengharuskan gw menandatangani semacam nota kesepakatan antara keluarga pegawai dengan keputusan penyelenggaran development program tersebut, yang isinya diantaranya bahwa Istri dari pegawai tersebut mengetahui penyelenggaraan development program dan bersedia apabila pegawai tersebut ditempatkan dimana saja.

gw sih udah bilang sama suami, semisal nanti SKnya bukan dijabodetabek, gw akan resign dari pekerjaan gw dan ikut ke tempat dimana dia ditempatkan.... yaaaa, gw pikir paling jauh depok gituuuu ya... tau nya malah ke sumatera barat gapapa lha jauhan  juga bekasi barat, jakarta-padang 1,5 jam, jkt-bekasi bisa 2 jam #eh...




Terminal 3 Bandara soekarno-hatta udah jadi pemandangan yang gak asing buat kita para pejuang LDR, kalau kesini antara happy dan melow, happy pas kedatangan, melow pas keberangkatan. waktu kebersamaan pun di hemat-hemat, jangan sampe terlewati begitu saja tanpa kesan. tapi yang namanya hidup dijakarta, waktu seakan jalan begitu cepat, baru juga jumat pagi, merem sedikit udah sabtu aja, mau kebioskop jarak tempuh 3 jam kalau weekend. pernah waktu suami kesini rencana mau nonton ke kemang village, taunya kita kejebak macet karena banjir selama 3 jam.... tau gitu gw beli tiket ke Bali udah santai-santai quality time ama suami di nusa penida kali tuhhhh...


Tau-tau udah hari senin lagi aja, waktu menunjukkan pukul 6.30 saatnya memesan ojek online, biasanya sih jarak antara rumah dan kantor sekitar 1 jam kalau naik ojek, makanya selama LDR gw lebih seneng gunain jasa ojek online ketimbang naik angkot lebih murah dan lebih praktis, belum lagi ada ajaa cerita kalau udah naik ojek online.


Pagi itu gw sudah memesan ojek online, dan sudah janjian sama drivernya via SMS untuk menunggu ditempat yang sudah ditentukan, selang beberapa menit driver tsb nelpon "Mbak, mohon maaf nih, saya lagi gak pake jaket resmi ojek online, saya pake motor merah dan jaket merah, pokoknya ganteng deh"... dalem hati cuma ngebatin eyaaampun pedenya satu juta nih abang ojek... okehhh baiklah gw juga gak boleh kalah Pede.. gak lama gw jawab "siap bang, saya yang pake kacamata baju batik pokoknya cantik deh"... eee dia malah cengengesan. selang waktu 10 menit tiba-tiba ada notifikasi *your driver  has arrived*.. gw clingak-clinguk memastikan dimanakah si driver tampan tersebut.. lalu mata gw tertuju ke pemuda berjaket merah bermotor bebek jadul... gw dan si driver main liat-liatan sepertinya kita sama-sama merasa saling dibohongi...


lama-lama capek juga LDR, karena gw bukan typical yang seneng berlama-lama telponan di handphone dengan suami, akhirnya bulang november gw memutuskan resign dari pekerjaan dan ikut hijrah ke padang menemani suami.

(bersambung)